asmin

Sepeda Listrik Niaga

HIMA Mesin FT UNY – Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta menciptakan inovasi terbaru yakni sepeda yang dirancang khusus bagi pedagang dengan energi listrik sehingga ramah lingkungan. Sepeda yang diberi nama sepeda listrik niaga ini dilengkapi dengan bak berukuran 100×90 cm dan tinggi 30 cm.

DSCN5691

Pembuatan kreasi ini melibatkan mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin, Bagus Tri Sugiarto, Johan Ferdian, M.Klidah, dan Ali Murtadho serta mahasiswa dari jurusan Pendidikan Teknik Otomotif dan Elektro, yakni Arif Nugroho serta Teguh Arifin juga Taufik Wisnu, mahasiswa Pascasarjana UNY dengan bimbingan dari dosen jurursan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY, Dr. Mujiyono dan Dr.Eng. Didik Nurdiyanto.

Salah satu mahasiswa Bagus Tri Sugiarto atau sering disapa Bagus menjelaskan bahwa sepeda listrik niaga ini merupakan salah satu proyek kerjasama Pusat Pemberdayaan IPTEK FT UNY (Pusdatek FT UNY) dengan Kemenristek RI. Produksi sepeda ini bermula dari tawaran Kemenristek untuk memanfaatkan sebuah gardan dari China yang tidak terpakai, tutur Bagus. Jadi mereka (Kemenristek) punya gardan dari China yang masih berada di bea cukai dan bingung mau dimanfaatkan untuk apa sehingga kemudian ditawarkan ke UNY untuk dijadikan sepeda niaga”, tambah Bagus.Bagus dkk langusng mengerjakan tawaran tersebut sesuai kompetensi di bidangnya. Ada yang mengerjakan body, bak, kontrol sepeda hingga pembuatan transmisi.

Selain mengusung konsep sepeda niaga, tim ini juga menitikberatkan pada kemampuan membawa muatan berat di tempat yang sempit.Kapasitas muat sepeda listrik ini mencapai 500kg dengan kecepatan maksimal 60km/jam. Baterai bertenaga 48 volt 32 Ah yang mampu bertahan sampai 60 km. Melihat besaran kapasitas tersebut, Bagus optimis sepeda itu mampu memeberi kontribusi terhadap pedagang dalam segi transportasi.

Saat ini, pengisian baterai masih menggunakan sistem manual yaitu menggunakan charger laptop selama selama 3-4 jam namun kami berencana mengembangkan sistem recharging supaya lebih efisien sehingga bisa dilakukan pengisian sembari sepeda digunakan”, imbuh Bagus.

Kendaraan ini ramah lingkungan karena menggunakan energi listrik serta dilengkapi sistem kontrol untuk maju dan mundur, layaknya mobil. Selain itu ada pula transmisi dalam satu kendaraan. “Dalam satu kendaraaan bisa disetting kecapatan low (rendah) dan high (tinggi) dengan memindahkan tuas disamping jok, beber Bagus.

Kedepan tim ini ingin mengembangkan sepeda listrik mereka dengan daya tahan baterai yang lebih tinggi. Suspensi pada bagian depan juga akan diperkuat serta bak belakang yang naik turunnya masih manual akan dibuat otomatis.Sepeda angkut ini pernah dikenalkan pada beberapa pedagang di pasar dan mendapat sambutan yang baik. Bahkan para pedagang mendesak agar segera dikembangkan dan diproduksi masal. Satu unit sepeda listrik ini ditaksir berharga sekitar 25-30 juta. Namun, kalau produksi massal, saya rasa harganya akan lebih murah”, tutup Bagus.

Sumber: FT.UNY.AC.ID