Background Image

Design Machine

Home  /  Artikel  /  Design Machine

Design Machine

April 27, 2015      In Artikel Comments Off on Design Machine

Selamat pagi/siang/sore/malam kawan-kawan seperjuangan. Oke, saya mencoba membagi ilmu mengenahi bagaimana merancang suatu alat/mesin. Adapun urutan bagaimana sih membuat alat yang baik sebagai berikut:

1. Identifikasi kebutuhan

2. Permodelan geometri

3. Analisis teknik dan ekonomi

4. Evaluasi

5. Gambar kerja

Oke untuk yang pertama kita bahas mengenai no.1 Identifikasi Kebutuhan. Dalam identikasi kebutuhan membahas hal-ha berikut:

a. Apa sih masalah yang ada di masyarakat

Oke masalah disini dapat dicontohkan banjir. Banjir merupakan masalah yang banyak terjadi pada kota-kota besar yang kurang baik dalam sistem drainasenya. Contoh saja banjir banjir banyak terjadi di Jakarta, Bandung, bahkan di Surabaya.

b. Konsep masalah apa yang anda sarankan

Dari malah yang timbul yaitu berupa banjir kita memperoleh banyak konsep antara lain Relokasi pemukiman, melakukan kampanye terhadap banjir, alat penanggulangan banjir, dan peralatan kesehatan.

c. Karena kita membahas merancang suatu mesin, maka yang kita bahas di point ini yaitu kebutuhan desain.

Dari point sebelumnya maka kita dapat mengambil alat atau mesin apa yang dapat mencegah atau mengurangi terjadnya banjir tersebut. Ada banyak sekali pilihan, antara lain pompa, perahu karet, pembuatan jembatan ponto, dan lain-lain. Nah, sekali lagi saya tekankan karena yang kita bahas masalah merancang mesin maka kita bisa memilih bagaiman membuat pompa dengan kapasitas yang besar.

 

Oke daripada bingung, langsung kita bahas point.1 mengenahi identifikasi kebutuhan dahulu. Untuk point ini saya berikan contoh di bagian bawah. Untuk point-point berikutnya kita bahas dilain hari. 🙂

Terima Kasih 🙂

 

ALAT PENGUPAS BIJI METE

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN

Siapa yang tidak mengenal Kecamatan Jatiroto? Daerah yang memiliki kebun pohon mete terbesar, yang luasnya 62,77 km2 tersebut, ternyata mampu menghasilkan biji mete yang begitu melimpah. Tepatnya di daerah Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah, disana banyak sekali petani mete yang masih bekerja secara manual, baik dalam proses perawatannya, pemupukan, pemanenan, maupun dalam bidang pengolahan lebih lanjut.

Jambu mete merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari Brasil Tenggara. Tanaman ini dibawa oleh pelaut Portugis ke India 425 tahun yang lalu, kemudian menyebar ke daerah tropis dan subtropis lainnya seperti Bahana, Senegal, Kenya, Madagaskar, Mozambik, Srilangka, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Di antara sekian banyak negara produsen, Brasil, Kenya, dan India merupakan negara pemasok utama jambu mete dunia. Jambu mete tersebar di seluruh Nusantara dengan nama berbeda-beda (di Sumatera Barat: jambu erang/jambu monye, di Lampung dijuluki gayu, di daerah Jawa Barat dijuluki jambu mede, di Jawa Tengah dan Jawa Timur diberi nama jambu monyet, di Bali jambu jipang atau jambu dwipa, dan di Sulawesi Utara disebut buah yaki.

Tanaman jambu mete yang dapat tumbuh  di daerah panas tersebut sangat berpotensi dalam segala bidang bila dapat dikelola dengan baik, apalagi bila produksiya bisa efektif dan efisien. Jambunya sangat bermanfaat bagi tubuh, begitu juga dengan biji metenya.

Seperti yang diketahui biji mete memiliki banyak sekali manfaat, antara lain: meningkatkan kesehatan jantung, mengurangi kolesterol, dan mengoptimalkan daya pikir. Dan juga kulit biji mete tersebut dapat dimanfaatkan sebagai perekat kayu (lem kayu).

Kebanyakan dalam pengolahan biji mete, mereka masih menggunakan metode manual. Metode manual tersebut lebih dikenal dengan sebutan “dipukul”. Pengolahan biji mete kurang efektif dan efisien, dan tidak menjamin kualitas biji mete yang dihasilkan. Dan juga meninggalkan sampah atau limbah yang berupa kulit biji mete tersebut. Dalam pengolahan saja banyak menguras tenaga, waktu, maupun biaya, sehingga hasil yang mereka dapat kurang maksimal.

Oleh karena itu, saya merasa prihatin yang akhirnya termotivasi untuk membuat suatu alat pengupas biji mete. Alat yang akan saya buat tersebut, akan membantu pengrajin dalam meningkatkan pendapatan mereka, dan secara langsung juga mengurangi tenaga yang keluar dan waktu yang dibutuhkan dalam proses produksi.

Alat ini dapat mengolah biji mete secara efektif dan efisien,dan dapat meningkat kualitas biji mete yang dihasilkan. Tidak hanya biji mete yang bersih saja yang diambil, tapi juga kulit mete yang dapat diproses menjadi perekat kayu sesuai study yang telah dilakukan di Universitas Negeri di Yogyakarta .

Comments are closed.