Background Image

Sejarah BULURIMBA Dan Perjuangan Di Gunung Sumbing

Home  /  Sejarah BULURIMBA Dan Perjuangan Di Gunung Sumbing

Bulurimba (Budi Luhur Insan Mesin Bakti Alam)

Bulurimba (Budi Luhur Insan Mesin Bakti Alam)

HIMA Mesin FT UNY – Pada tanggal 03 April 2015 nanti BULURIMBA akan mengadakan pendakian ke Gunung Lawu yang akan diikuti Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY. Tapi tau gak sih bagaimana sejarah BULURIMBA itu terbentuk? Menurut informasi yang telah kami himpun pada mas Agus Prast. Salah satu pendiri BULURIMBA bercerita panjang kepada kami. Langsung saja Cekidot!

Bulurimba dibentuk setelah terjadinya “Tragedi Gunung Sumbing“, pada saat itu HIMA Mesin mengadakan pendakian massal. “Kami menggunakan bus merah uny (yg kayak kapal itu betuknya, ga tau msh ada ato tdk)” Di daerah Wonosobo terjadi Hujan gerimis dan kondisinya mulai gelap. Lampu bus mati dan tetap memaksa supir untuk jalan sambil mengobori dengan senter disam.ping pak supir. Akhirnya sampai basecamp dan terjadi Hujan yang sangat deras.

“karena sudah kepalang tanggung dan kebawa ego, kesombongan , kita tetep naik walopun banyak pemula” begitu tuturnya. Naik pukul 21.00. Namun, di setengah perjalanan (setelah watu kotak) terjadi badai hebat. Rombongan kocar – kacir dengan peralatan seadanya tanpa tenda Tidak bisa naik dan tidak bisa turun. TERJEBAK. Terpaksa berhenti ditanjakan ditengah guyuran hujan badai semalam suntuk. Pada saat itu Termometer menunjukkan -4’C.

Banyak yang mengalami frozen, gas sampai beku, jari tangan tidak bisa dilipat, dan begitu pagi hujan reda, rombongan turun dengan kondisi susah payah. “sampai bse camp ada satu yg hilang mba rina namanya, dan dpt berita ada pendaki rombonga lain yg mati.” sampainya. “akhirnya kita sar balik, ketemu habis magrib, kondisi selamat” Lanjutnya.

Dari situ terlahir untuk membentuk Mapala Jurusan, akhirnya diberikan nama “BULURIMBA”. “awalnya olok2 ke saya krn tgn sy bnyk bulu nya haha…”.

Tetapi akhirnya disepakati, dan baru kemudian dicari – cari kepanjangannya. Mas Herwan memberi kepanjangan “Budi Luhur (Rumpun) Insan Mesin Bakti Alam. Kata Rumpun akhirnya dihilangkan.

“semboyan wktu sy tawarkan Pahami Bahasa Alam,”

Dengan latar belakang “tragedi gunung sumbing” yang intinya waktu itu terlalu sombong, tidak memahami isyarat alam, dimana sudah hujan lebat dan kondisi musim tidak bagus, tetapi masih memaksakan untuk naik.

Begitulah ceritanya.

Oh iya adapun Pendirinya adalah sebagai Berikut:

  1. Agus Prast D3 Mesin ’97
  2. Zainal Mutaqin D3 Mesin ’97
  3. Rendra D3 Mesin ’98
  4. Fithrianto S1 Mesin ’97
  5. Rina Fitriyani S1 Mesin ’96
  6. Isdiyanto D3 Mesin ’97
  7. Joko Prayogo D3 Mesin ’97
  8. Tuko Parmadi D3 Mesin ’97
  9. donatur wkt belum dpt angagran dr kampus Herry Kuswondo d3 97 (wktu itu udh jd bos travel)

“satu hal yg patut dibanggakan, krn pengalman di gunung itu yg jd nilai point kami wkt interview kerja di offshore dan konstruksi… jd survival..”